Make your own free website on Tripod.com

8 Mei 1998

Di kemuncak kegemilangan

Baca:Turnbook.gif (1625 bytes) 2 Samuel 11




Previcon.gif (1221 bytes)Indxicon.gif (1543 bytes)Downicon.gif (1161 bytes)Nexticon.gif (1232 bytes)

Apa yang saudara lihat di dalam fasal ini hanyalah kejatuhan Daud.

Tapi saudara tidak lihat bagaimanakah kejayaan-kejayaan dan kemenang-kemenangan yang telah dicapai oleh Daud.

Kalau saudara baca di fasal-fasal yang lain sebelumnya, saudara akan dapati bahwa Daud jatuh ketika dia sudah mencapai di kemuncak kegemilangan..

Daud begitu berhasil di dalam kerjayanya.

Begitu gagah dan megah Daud.

Sehingga tidak satu bangsa pun yang tidak dapat di tundukkannya.

Tidak satu kuasa maupun kerajaan yang tidak dapat dikalahkannya.

Lihat :-

2 Sam 8:1 Daud memukul kalah dan menundukkan orang Filistin.

2 Sam 8:2 Daud memukul kalah orang Moab.

2 Sam 8:3 Daud memukul kalah Hadadezer Bin Rehob, raja Zoba.

2 Sam 8:5 Daud menewaskan 20,000 orang Aram.

2 Sam 8:13 Daud menewaskan 18,000 orang Edom di Lembah Asin.

Baik Filistin maupun Moab, Zoba, Aram maupun Edom, samada ribuan maupun puluh ribuan musuh yang datang semua ditewaskannya.

Apakah rahsia keberhasilan dan kejayaan Daud saudara?

2 Sam 8:14 Mengatakan………..Tuhan memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang.

Jelas ayat ini menerangkan bahwa Tuhanlah yang telah memberi kemenangan dan keberhasilan kepada Daud.

Tuhanlah yang telah memberi kejayaan kepadanya.

Bukan kekuatan maupun kebijaksanaan Daud itu sendiri. Melainkan kerana campur tangan Allah.

Saudara, Tuhanlah yang bisa memberi saudara keberhasilan dan membawa saudara sampai kekemuncak kegemilangan.

Daud sudah sampai di kemuncak kegemilangan kerjayanya.

Keberhasilannya sungguh begitu nyata sekali.

Baik dari segi peperangan maupun dari segi pemerintahan Daud begitu berhasil.

Lihat 2 Sam 8: 15 Mengatakan "Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya".

Namun di saat-saat kegemilangan inilah Daud mulai leka.

Daud mulai dihinggapi penyakit ‘kelengahan rohani’.

Nah! Saudara, pada hari ini pun ramai kristian yang masih lagi mengidap penyakit yang sama.

Ya, terutamanya bila mereka sudah berada di kemuncak kegemilangan kerjaya @ business mereka.

Saudara penyakit ini yang menular di mana-mana di gereja Allah.

Ia tidak ubah seperti panyakit kanker yang membunuh secara senyap.

Sewaktu ia merebak memakan bahagian lain sel-sel badan, seseorang itu tidak sadar.

Apabila ia sadar rupa-rupanya kanker itu sudah memusnahkan sebahagian besar tubuhnya.

Penyakit ‘Kelengahan Rohani’ ini lebih merbahaya daripada penyakit kanker.

Mengapa tidak saudara.

Ia boleh meruntuhkan bukan saja seseorang individu. Tetapi meruntuhkan sesebuah kerajaan, negara, bangsa, keluarga, malah pelayanan.

Dan menjatuhkan kedudukan.

Ya, apabila manusia sudah mulai mengenepikan Allah dalam hidup mereka.

Apabila rasa takut akan Allah sudah tidak ada di hati.

Apabila cinta terhadap Tuhan sudah semakin pudar.

Apabila hukum-hukum Allah sudah tidak diendahkan lagi………...

Segala macam malapetaka bisa melanda.

Apakah symtom-symtom yang saudara bisa lihat bila diserang penyakit kelengahan rohani ini saudara?

  1. Saudara mulai malas @ kurang berdoa.
  1. Saudara mulai malas @ kurang merenung firman Tuhan
  1. Saudara mulai tidak merasai hadirat Tuhan.
  1. Saudara mulai merasa diri saudara hidup di dalam kemunafikan.
  1. Saudara mulai tidak berminat mau membicarakan hal-hal rohani
  1. Saudara mulai banyak membuang masa dengan hal-hal yang tidak rohani
  1. Banyak kali saudara lebih tunduk kepada keinginan-keinginan daging daripada keinginan roh.
  1. Saudara mulai tidak perduli @ tidak kisah nasihat dan teguran saudara seiman yang lain.
  1. Saudara dapati saudara lebih banyak berbohong kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Tiada kejujuran yang mutlak.
  2. Saudara lebih banyak perpura-pura @ tiada keikhlasan yang murni. Di mana apa yang saudara tonjolkan bukanlah diri saudara yang sebenarnya.

Saudara, kalaulah salah satu daripada tanda-tanda ini sudah ada pada diri saudara.

Sudah mulai kelihatan pada diri dan personaliti saudara.

Kalaulah ciri-ciri ini semakin timbul dalam hidup saudara.

Saudara tidak harus berdiam diri. Dan membiarkan ia terus menjelma menjadi nyata dalam diri saudara.

Saudara harus bertindak. Saudara harus mula mengambil langkah kanan.

Saudara harus melakukan sesuatu.

Symtom yang jelas kelihatan pada Daud sebelum dia jatuh ialah ‘Kemalasan’.

Orang lain semuanya bertarung nyawa di medan peperangan, sedang dia sedap-sedap berehat di istananya.

Makan anggur sambil berbaring-baring di atas bumbung istananya menghirup udara segar. Ya tempat biasa raja beristirehat.

Kalau saudara sudah mulai malas dalam hal-hal rohani.

Saudara juga bisa kecundang. Ya tidak kira tinggi mana pun saudara telah diangkat Allah.

Glamour manapun saudara. Saudara bisa jatuh berkecai.

Bila Daud jatuh beliau mula menyembunyikan perbuatannya dengan ketidakjujuran (symtom yang ke 9).

Sebenarnya ketidakjujuran adalah salah satu symtom yang paling serious.

No intergrity no ministry.

Sekali saudara berbohong untuk menutup kesalahan saudara, saudara akan terus berbohong.

Lama-kelamaan ia akan menjadi satu ikatan, belenggu dan akhirnya ia akan menjadi sebahagian daripada peribadi saudara.

Nah! Bila ini berlarutan, ia akan membawa saudara terjun bersama dengan nya dari kemuncak kegemilangan.

Lebih tinggi saudara naik maka lebih parahlah kehancuran saudara bila saudara jatuh.

Daud dahulunya hanya seorang gembala domba.

Tiada orang yang mengenalinya.

Siapa kisah dengan seorang budak gembala?

Tapi Tuhan mengangkatnya.

Mengangkatnya menjadi raja.

Saudara, biarpun tidak ada orang yang mengenali saudara ketika ini.

Tuhan bisa mengangkat saudara.

Di dalam Daniel 2:21 ada tertulis "Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja,………"

Promosi datangnya dari Allah saudara.

Bukan manusia.

Saudara tidak perlu bermain politik untuk mendapat promosi.

Saudara tidak perlu menggadai maruah dan moral untuk mendapat perhatian dan sokongan.

Kerana promosi datangnya dari Allah.

Dialah yang akan mengangkat saudara sekiranya saudara taat dan setia melakukan kerja-kerja yangkecil yang telah diamanahkanNya kepada saudara.

Tidak kira apa bidang @ lapangan.

Samada dari segi business, pelajaran saudara maupun pelayanan.

Tuhan yang mengangkat.

Tapi yang sedihnya apabila Daud sudah sampai di kemuncak kegemilangannya, di sinilah dia mulai leka.

Inilah yang saya paling takut.

Sampai Tuhan sendiri mengeluh dengan berfirman,

"……Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberimu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu." (2 Sam 12:7-8)

2 Sam 12:9 "Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?"

Melakukan yang jahat merupakan satu penghinaan bagi Allah.

Apapun Tuhan sanggup berikan kepada Daud.

Dan kalau itu belum cukup lagi Tuhan masih sanggup menambahnya.

Asal Daud jangan berdosa terhadap Allah.

Di dalam Matius 7:7 Yesus berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibuka bagimu."

Matius 7:9-11 "Adakah seorang dari kamu yang memberi batu kepada anaknya juka ia meminta roti, atau ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberi yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya."

Yohanes 16:24 Yesus berkata lagi, "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."

Saudara lihat Allah mau memberi apa saja yang saudara minta, asal saudara jangan berdosa terhadapNya.

Allah selalu mau memberi yang terbaik kepada saudara.

Apakah yang kurang dalm hidup saudara?

Apakah lagi yang saudara mau Allah tambah?

Apakah lagi yang kurang?

Allah mau memenuhi segala keperluan malah keinginan hati saudara.

Asal saudara jangan menghina Dia dengan melakukan yang jahat di mataNya.

Asal saudar tidak berpaling daripadaNya.

Saya tidak melihat kebenaran ini sampailah saya menyediakan mesej ini.

SesungguhNya Allah sungguh baik saudara.

Saudara, kalau sehebat Daud pun bisa jatuh kecundang.

Apa lagi saudara dan saya.

Kita belum lagi ada rekod keberhasilan sehebat Daud.

Kita belum lagi mencapai di kemuncak kegemilangan seumpama Daud.

Jadi saudara, berhati-hati dan berjaga-jagalah supaya kita jangan jatuh.

Kalau sudah ada tanda-tanda di mana saudara rasa yang semakin hari saudara semakin unspiritual dan menjadi lebih duniawi (meminati hal-hal duniawi).

Maka sudah sewajarnya saudara melakukan sesuatu supaya saudara jangan dihanyutkan terus.

Sehingga saudara tidak dapat berpatah balik.

Sudah tiba waktu dan saatnya untuk saudara menukar haluan

Menukar jalan dan menukar arah tujuan saudara.

Sudah sampai masanya untuk saudara melepaskan dan meninggalkan segala perkara yang menggenggam saudara.


BIAR KITA TERUS BERHASIL TAPI TETAP HIDUP MEMULIAKAN ALLAH


   [ PrevIndexAtas |Next ]